Kamis, 23 Februari 2017

Puisi Terakhir

pararam.com

Kau tahu? Puisiku tahu
Sudah terlalu lama aku merindu
Puisi ini berisi aksara rindu

Bait-bait menjadi saksi aku menunggu
Hampir di setiap malam senduku
Kulantunkan sebuah elegi rindu

Tak satupun purnama tahu
Bahkan menyampaikan pesan rinduku
Selamat malam, mimpi indah
Bahkan mengucapkannya aku tak sampai
Apalagi rindu tak bertuan ini?

Hai, Tuan tanpa nama
Mungkin ini akan menjadi penantian terpanjangku
Aku tak tahu,
Tapi aku akan menanti sampai kau datang bertamu
Bait-bait penantian akan menjadi bait-bait doa untukmu
Biarlah kau menjadi aksara Ilahi

Puisiku tetaplah kamu

Puisi terakhir, aku akan tetap menanti disini



Bekasi, 23 Februari 2017
Kamu: yang namanya tercatat di lauhul mahfudz
This entry was posted in

1 komentar:

  1. Suka sama setiap kata demi katanya, bagus! Semangat menulis yaaa!!

    BalasHapus