Selasa, 15 Maret 2016

Menjadi Inspirator Peradaban

Masih hangat. Baru kemarin saya menghadiri kajian sosial politik, Forum Diskusi (FOKUS) perdana dari Tim Aksi Fakultas MIPA UNJ yang mengusung tema luar biasa: "Inspirator Peradaban". Menghadirkan pembicara yang juga luar biasanya, Kak Fajar Tri Nugroho. Kak Fajar ini ditahun 2013 mengemban amanah sebagai Kepala Departemen Sosial Politik BEM UNJ. Pasti nyambung banget ya pembahasannya.

Sedikit rangkuman yang saya dapat dari kajian kemarin.

Apa itu inspirator?
Inspirator adalah orang yang dipaksa atau diminta oleh lingkungannya untuk memberikan ide sebaik - baiknya.

Lalu apa itu peradaban?
Peradaban adalah dimana ada perbaikan pemikiran, tata krama dan rasa. Bagaimana kita dapat mengadvokasi diri sendiri adalah sebaik - baiknya peradaban.

Peradaban yang sudah baik adalah ketika hanya ada sedikit lembaga yang mengadvokasi masyarakat, karena masyarakatnya telah dapat mengadvokasi diri sendiri.

Ir. Soekarno saat tahun 1950 pernah berkata bahwa Peradaban Indonesia baru akan terbentuk ketika 50 tahun mendatang, beliau (Ir. Soekarno) mengatakan “Jika ingin peradaban Indonesia itu bangkit, jaga yang namanya daerah timur”, karena apabila wilayah timur sudah kita jaga maka 50 tahun kedepan (kurang lebih tahun 2010) masyarakat akan merasakan peradaban Indonesia.

Sayangnya, sejak masa orde baru hingga saat ini wilayah Timur dikuasai oleh Barat. Indonesia baru akan bisa membuat peradabannya ketika Barat dapat pergi dari bumi Indonesia, sehingga kekayaan alam Indonesia dapat dikembangkan oleh bangsa sendiri.

3 Faktor yang menguatkan peradaban, yaitu:
- Pemerintah
- Ekonomi
- IPTEK
Semua faktor harus selalu bersinergi, tidak bisa hanya satu yang diunggulkan atau dihadirkan.

Faktanya, perkembangan IPTEK di Indonesia sudah sangat maju, karena banyak generasi muda Indonesia yang memiliki inovasi dan kreatifitas yang unik, namun sayangnya kurang adanya dukungan dari pemerintah, sehingga lagi lagi masyarakat Indonesia hanya menjadi konsumen, dan banyak karya anak negeri yang akhirnya di patenkan oleh negara lain.

Sebagai contoh yaitu teknologi yang diciptakan Dr. Wasito, saat ini Malaysia dan Singapura ingin membeli hak patennya sedangkan masyarakat Indonesia tidak mampu berbuat apapun.

Negatifnya adalah kita ingin menggapai peradaban namun kita tidak mau masuk ke dalam sistem peradaban tersebut, sikap IPTEK sudah dikembangkan, ekonomi ada sebagian namun pemerintah belum memberikan kepercayaan sekarang.

Banyak mahasiswa (pemuda) yang ingin menjadi inspirator peradaban, maka berfikirlah diluar biasanya. Kita dapat berimajinasi luas namun sering kali diri sendiri yang akhirnya mebatasinya. Berfikirlah jauh dan kritis. Jadilah guru yang inspiratif. Jika kita sekarang sudah terlambat, maka siapkanlah untuk generasi selanjutnya.  Jika kita tidak bisa menghasilkan anak – anak yang dapat menjadi presiden, maka jadilah menteri, karena dengan memiliki menteri - menteri yang baik maka presidennya akan baik pula.

Tapi melihat anak muda kini apakah mempunyai harapan masa depan cerah untuk Indonesia menjalankan peradabannya? Mungkin Anda yang anak muda yang bisa menjawab.

Budaya yang mulai bergeser ke 'baratan' agar dibilang 'kekinian'. Padahal budaya Indonesia tak kalah untuk mendunia. Dan itu tak jarang dilakukan oleh pemuda emas bangsa. Indonesia dahulu merdeka ada campur tangan pemuda,;desakan golongan muda. Maka saat ini pemuda punya peran besar dalam peradaban Indonesia Lalu kemanakah pemuda kita? Siapkah menjadi inspirator peradaban? Membuat sejarah peradaban baru untuk Indonesia yang lebih baik?

Tetaplah menginspirasi untuk sama-sama membangun Peradaban Indonesia yang Madani.






tag: tankmipaunj.wordpress.com

0 komentar:

Posting Komentar