Saat aku menatap, itu dari hati.
Saat aku berkata, itu dari hati.
Saat aku berbuat, itu dari hati.
Saat aku melangkah, itu dari hati.
Saat aku sedih, itu dari hati.
Saat aku tertawa, itu dari hati.
Saat aku tersenyum, itu dari hati.
Saat aku menulis ini pun, dari hati.
Namun pernahkah kau melakukan itu semua untukku dari hati?
Apakah saat memanggilku, itu dari hati?
Apakah saat mengucapkan hal itu dari hati?
Hahaha
Ya, aku terlalu berharap. Berharap hati tak akan berbohong. Nyatanya hatiku tak akan berbohong. Mengelakpun ia akan kontradiksi dengan otakku.
Ah, kau lelaki berjaket hitam. Selalu terlihat gagah dengan itu. Bahkan kegagahanmu mampu membuat banyak wanita terpesona. Mampu mengotori hati.
Hati, bisakah kita lihat kenyataan? Kita harus pergi dan meninggalkan dia. Aku tahu kamu pasti tidak ingin sakit, bukan? Lupakan dia. Biarlah namanya hanya terucap dalan do'aku. Kalau dia yang tulang rusuknya aku curi, pasti ia akan datang untuk mengambilnya.
Selasa, 15 Maret 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
hai Aprill, aku dari kombun ih. Kamu sudah melakukan registrasi jadi anggota yah, namun sepertinya nomor telepon WA kamu yang kamu cantumkan tidak terdeteksi menggunakan WA, atau kamu keliru mencantumkan nmr? Soalnya mau kami masukan ke galam grup WA. Terima kasih... :)
BalasHapusmaaf kak baru liat._.v
HapusBerharap memang seringkali sakit. Maka itu, jaga hati baik-baik. :)
BalasHapusiya kak dijaga banget ini:"
Hapus