Selasa, 01 Maret 2016

Si Perut Buncit

      Meja makan malam ini cukup ramai. Ada ayam goreng, sayur asam, perkedel, tempe, dan lalapan. Biasanya kami makan malam hanya dengan ikan asin atau tahu dan tempe. Bersyukur sekali aku malam ini. Kata Emak, tadi pagi ada tim sukses Pak Subed yang membagi-bagikan amplop. Isinya lumayan. 

"Berarti nanti Emak milih Pak Subed, dong?" Tanyaku sebelum menggigit paha ayam goreng.

"Nggak juga, pan kita kagak boleh nolak rezeki. Anggap aja itu sedekah dari Pak Subed." Jawab Emak.

"Kalo Bapak milihnya sapa? Pak Subed atau Haji Sobar?" Tanyaku pada Bapak yang sedari tadi tidak ikut dalam obrolan.

"Hmm... rahasia." Begitulah Bapak.

"Tapi Emak agak ragu juga milih Pak Subed..." Kata Emak mengambang.

"Kenapa? Karna perut Pak Subed buncit ya, Mak?" 

"Hush...Kagak boleh ngomong gitu." Kali ini Bapak angkat bicara.

"Abis kata warga Pak Subed perutnya buncit karna makanin uang gak halal. Makanin uang warga, Pak." 

"Kita juga kagak boleh suudzon, Fatur. Harus tetep husnudzon dengan catatan tetep mantau yang sebenernya." Nasihat Bapak. Aku hanya mengangguk saja. Sebenarnya aku juga bingung mau memilih siapa sebagai kepala desa tahun ini. Ini pertama kalinya aku mengikuti pemilihan suara, pastinya aku harus memilih yang tepat agar desaku nanti bisa maju. Mendengar gosip dari tetangga yang mengatakan Pak Subed itu korupsi uang warga aku percaya tidak percaya, sih. Yang aku tau tak jarang Pak Subed memberikan uang pada warga dan suka bergonta-ganti gawai. Kalau Haji Sobar sendiri, orangnya ramah dan murah senyum. Sangat cinta pada keluarganya, pernah sekeluarga diajaknya pergi umroh. Ah, aku jadi bingung. Malam itu aku hanya menuruti nasihat Bapak. Husnudzon. Berprasangka baik.

      Belum waktunya adzan tapi aku segera bergegas ke mesjid menunggu adzan dzuhur. Di dalan mesjid aku melihat Pak Subed. Kebetulan, sekalian saja aku memantaunya. Terlihat ia sedang duduk sambil memegang mushaf Al-Qur'an. Ingin aku menghampiri Pak Subed tapi pandanganku teralih pada ruangan pengurus mesjid. Aku melihat Haji Sobar sedang memasukkan sebagian uang dari kotak amal masjid yang terbuka ke amplop putih. Sebagiannya lagi masuk ke saku celananya.

0 komentar:

Posting Komentar