Jika kamu adalah akhir bahagiaku
Maka waktu adalah penantian
Dan Tuhan memberikan segudang ujian
Agar kutahu aku memang layak untukmu
Biarlah doa menjadi bukti
Dan langit menjadi saksi
Aku akan selalu disini
Sabar menanti
(Piyi, Menanti, 26 Februari 2016)
Jodoh, rezeki, ajal, semua adalah rahasia Ilahi. Tak satupun makhluk-Nya tahu siapa jodoh mereka, berapa rezeki mereka, dan kapan ajal mereka. Tapi sebagai manusia yang diberi akal, kita hanya perlu mempersiapkannya. Lalu apa yang harus dipersiapkan saat ia—yang namanya tersemat di Lauhul Mahfudz— datang?
***
Hujan terkadang memang waktu yang tepat untuk bergalau ria. Baik galau diputusin mantan, galau ditinggal gebetan, ataupun galau menunggu yang diharapkan (jodoh)? Galau adalah saat kamu bingung melakukan apa, lalu yang bisa kamu lakukan adalah merenung dan bersedih. Tak perlu berlarut. Karna dengan galau itu hanya membuat kamu terlihat menyedihkan.
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).”
(An Nur : 26)
Jodoh seperti apa, sih, yang kamu inginkan? Kalau kamu ingin ia yang baik dan sholih, maka berkacalah dulu pada diri sendiri. Layakkah diri ini bersanding dengan ia yang begitu sholih sementara iman sendiri masih compang-camping? Karna jodoh adalah cerminan dari diri kita. Kini, Allah berbaik hati memberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Tapi satu hal yang terpenting dalam meperbaiki diri adalah, niatkan bukan karna jodoh yang sholih, tapi karna Allah ta'ala. Tuhan Sang Pencipta jodohmu, yang maha mebolak-balikkan hati.
Sebelum kamu mengenal jodohmu, pastikan dulu kamu mengenal Penciptanya. Sebelum kamu mencintainya, pastikan kamu sudah mencintai-Nya. Karna cinta bukan hanya kepada manusia. Cinta juga kepada Allah, rasul, malaikat, dan jihad fii sabilillah.
Galau menghabiskan sekian dari sepersekian waktumu. Hal yang sia-sia bukan? Galau pada cinta manusia yang tak pasti apa dia benar-benar jodohmu atau bukan. Berhentilah memikirkan jodoh orang lain. Maka mulailah dengan memperbaiki diri. Memulai cinta positif, cinta kepada Allah.
Rasakan romantisme atas ruqiyah yang terus meningkat. Iman yang selalu menjagamu dari jurang perzinahan. Semua akan indah pada waktunya, semua akan bertemu jodoh pada waktunya. Kamu hanya perlu mempersiapkan diri, memantaskan diri dengan baik. Lalu percayalah pada Allah. Karna Allah yang akan menggerakan kapal hatimu pada pelabuhan yang tepat. Karna Allah tahu betul yang terbaik untuk kita.
#30DWCJilid4 hari ke 25
0 komentar:
Posting Komentar