71 tahun berlalu, sejak Soekarno dengan lantang membacakan teks proklamasi di hadapan jutaan wajah penuh harap. Rakyat Indonesia. 71 tahun Indonesia merdeka, 71 tahun pula Indonesia semakin dijajah.
Lautan bagaikan kolam susu. Tanah subur. Flora fauna melimpah. Sungguh, Tuhan telah menciptakan surga kecil di bawah langit Indonesia. Kalau begini. Siapa yang tak mau surga kecil itu?
Sejak memasuki era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), banyak sekali warga asing yang merantau ke Indonesia. Bukan sekedar mengadu nasib. Mungkin juga ingin memiliki sepenuhnya surga kecil eksotis ini. Tapi siapa yang peduli? Para penguasa hanya peduli pada lembaran uang yang masuk ke kantong-kantong mereka. Siapa yang peduli? Yang penting anak muda senang tertawa haha-hihi bersama walau budaya barat terus menggerus iman dan adat mereka.
Lihat?
Reklamasi berjalan lancar!
Tambang dikuasai asing!
Hukum diperjualbelikan!
Rakyat miskin tertindas!
Dan serentet masalah negeri ini.
Indonesia siaga satu!
Kemana golongan muda yang dahulu paling semangat dalam memerdekakan Indonesia? Apakah gawai dan drama lebih darurat daripada masa depan Indonesia?
Kawanku,
Bangsa Imdonesia membutuhkan semangat dan gerakan nyata kalian. Kemana hati nurani dan rasa peduli? Jangan hanya disimpan bersama kenangan mantan.
Kawanku,
Bangsa Indonesia membutuhkan pemuda pencari solusi, bukan pemuda pemaki-maki. (Ridwan Kamil)
Kawanku,
Bangsa Indonesia kini merindukan pemuda tangguh bermental baja, bukan pemuda bermental tempe.
Saya Aprill, gadis asli Indonesia. Lahir di kota Jakarta—tempat dibacakannya teks proklamasi 71 tahun lalu, mengajak kalian para pemuda untuk bergerak bersama saya, menjadi pemuda yang dirindukan bangsa, menjaga persatuan bangsa untuk Indonesia lebih baik.
Hidup pemuda Indonesia!
***
Nafas panjang perjuangan
Akankah kita menang dari sebuah gerakan?
Tentu kita harus optimis, kawan
Karna siapa lagi kalau bukan kita yang melakukan?
Aku hanya tak tahan jika suara dibungkam
Cukong-cukong akan senang jika kita hanya diam
Aku tak tahan jika gerakan kita dibungkam, kawan
Maka hanya satu kata, LAWAN!
01.03.2017
Turut memperingati Serangan Umum 1 Maret 1949, Yogyakarta.
#30DWCJilid4 hari ke-29
0 komentar:
Posting Komentar