Rabu, 24 Agustus 2016

Terlena

Terlena ku pada waktu
Kala luang menjadi terbuang
Kala padat tak ada tempat

Terlena ku pada usia
Pikirku di kala muda, tua itu masih panjang
Saat masa itu datang, menyesal rasanya

Terlena ku pada manusia
Mereka semua baik, ternyata tidak
Mereka semua sama, ternyata tidak

Terlena ku pada harta
Bahagia rasanya memiliki segala
Lalu gigit jari saat segala itu habis

Terlena ku pada dunia
Kuberikan seluruh untuk dunia
Kemudian akhirat membenciku

Terlena ku terlena..

•••

Lebih sering kita memikirkan hal tidak penting, dibanding hal yang lebih penting.

Lebih sering kita melakukan hal tidak berguna, dibanding hal yang banyak guna.

Lebih sering kita meminta yang disuka, dibanding yang dibutuhkan.

Lebih sering kita menyerah, dibanding bangkit lagi.

Lebih sering kita percaya, dibanding mencari tahu.

Lebih sering kita membuka layar ponsel, dibanding membuka Al-qur'an.

—piyi

0 komentar:

Posting Komentar