Ketika Ramadhan akan pergi
Namun rindu belum terobati
Menyisakan banyak harapan
Berharap masih ada kesempatan
Ketika Ramadhan akan pergi
Tangis sesal itu kembali
Waktu terbuang tanpa amalan
Dosa melimpah tanpa ampunan
Ketika Ramadhan akan pergi
Baru tersadar akan maksiat
Teringat pada Sang Pemberi Rahmat
Lalu terburu untuk taubat
Kawan, Ramadhan akan pergi…
Entah kapan akan kembali
Kawan, terus kejar amalanmu…
Bagaimana kalau ini Ramadhan terakhirmu?
...
Bismillah...
Sudah 29 hari terlewati sudah kita berpuasa. Menahan lapar dan haus. Menahan hawa nafsu. Tidak terasa, kawan. Satu malam lagi kita bertemu hari itu. Hari kemenangan.
Apa saja yang sudah kamu persiapkan, kawan? Lusinan topless berisi kue? Baju baru? Ketupat dan opor?
Ah, tanpa itu semua kita masih bisa mendapat hikmah, kawan. Kita hanya perlu mempersipkan niat. Ya, niat untuk istiqomah dengan ibadah yang meningkat semenjak Ramadhan.
Sedih, terasa cepat Ramadhan akan pergi. Tapi kawan seharusnya ibadah itu juga tidak ikut pergi bersamanya. Sebenarnya bukan Ramadhan yang kita sembah tapi Allah. 29 hari kemarin kita beribadah bukan karna Ramadhan tetapi untuk Allah. Mungkin hal ini pernah terjadi pula di diri saya dan juga kawan-kawan, saat Ramadhan pergi, pergi pula semangat ibadah itu. Naudzubillah... Semoga Allah senantiasa menjaga hati-hati kita untuk tetap istiqomah. Aamiin
Kita tidak tahu sampai kapan Allah meminjamkan ruh pada raga ini.
Kita tidak tahu apakah tahun depan masih bisa kita berjumpa dengan Ramadhan.
Kita tidak tahu apakah Ramadhan tahun ini adalah Ramadham terakhir kita.
Wallahualam...
Kita hanya bisa memohon pada Allah untuk dipertemukan lagi dengan Ramadhan-ramadhan berikutnya dan memaksimalkan ibadah di satu malam terakhir yang tersisa kini...
0 komentar:
Posting Komentar