Tampilkan postingan dengan label Prosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prosa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Februari 2017

Move Up!

Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Karna hidup ini terlalu monoton untuk selalu indah atau selalu buruk. Setidaknya masa-masa sulit itulah yang akan menjadi bumbu cerita kehidupan yang singkat ini.

Maka ketika kamu terpuruk atau dalam masa kesulitan, Laa tahzan , Innallaha ma'ana. Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kamu. Ingatlah Allah yang selalu bersama kita di kala sedih ataupun senang.

Seringkali saat kesulitan datang, kita merasa seolah kitalah orang paling menderita dan sengsara di dunia. Beban berat hiduppun memangkas harapan hidup. Seolah dunia hanya berputar di sekelilingmu. Percayalah, Allah tidak akan memberi ujian lebih dari kemampuan kita.

Saat masa-masa itu datang, jangan terlarut dalam penderitaan dan kesedihan, adalah saatnya Move up!

Kenapa Move up?

Karna hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Seburuk apapun hari kemarin, tetap harus berusaha dan berdoa dan bangkit dari keterpurukan itu. Masa depan kita yang menentukan, apakah indah pada waktunya atau menyesal kemudian.

Ingat?

Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada mereka.
(Q.S Ar Rad:11)

So, let's move up!

#30DWCjilid4 hari ke -16

This entry was posted in

Senin, 30 Januari 2017

Sendiri Tapi Tak Sendirian

Gambar: nopindra.wordpress.com


Suatu hari aku tersadar, kenapa aku hanya sendiri? Tanpa seseorang di sisi.
Hampa.
Lambat laun aku pun tersadar, aku tidak benar-benar sendiri.


Rasanya seperti ada yang kosong, saat benar-benar sendirian. Tanpa satu orangpun di sisi. Hanya perasaan sesaat. Tapi semua kembali normal ketika orang-orang ada bersamaku.
Rasanya seperti ada yang kosong, saat menyadari tidak ada seseorang yang selalu di sisi. Tapi itu bukan perasaan sesaat. Aku merasakannya hampir di setiap kesendirianku.

Seperti tersambar petir, pikiranku bertanya: Kenapa pula harus pusing bergulat dalam kesendirian? Aku hidup dalam perut ibuku sendirian, nanti pula aku akan sendirian di dalam tanah.
Lalu aku menyadari satu hal:

"Sendiri itu bukan masalah, yang masalah adalah ketika kita sendiri dan kita mempermasalahkannya."
— Panji Ramdana

Kawan, jodoh itu seperti ajal kematian. Ia pasti akan datang, tapi di waktu yang telah ditakdirkan. Apa yang bisa kita lakukan? Adalah mempersiapkan diri. Memperbaiki diri, agar ketika suatu saat ia—yang namanya telah ditulis dalam lauhul mahfudz— itu datang, kita telah siap. Siap untuk menyiapkan perjalanan bersama menuju surga-Nya.

"...Janganlah kamu bersedih, sesungghunya Allah bersama kita. ..." — Q.S. At Taubah: 40

Kawan, tak perlu risau ataupu  bersedih dengan kesendirian. Karna kamu tidak benar-benar sendiri. Lihat lah kedalam hatimu, sebelum kamu mencintai ciptaan-Nya, sudahkah kamu mencintai-Nya? Maka penuhilah dahulu hatimu dengan cinta untuk-Nya.

"Kesendirian dalam penantian yang menjaga iman, jauh lebih mulia daripada berpasangan namun dengan ketidakbaikan."
tema buku "Ketetapan Terindah, Panji Ramdana

Menyendirilah..
Menyendirilah untuk kemuliaan..
Percayalah..
Percaya kamu tidak sendirian..



Bekasi, penghujung Januari 2017
#KOMBUNJanuari2017
This entry was posted in